Wisata Kota Istimewa Yogyakarta
Perjalanan menuju ke Kota Yogya Karta saya mulai dari Surabaya, dalam kali ini saya perjalanan menuju Kota Yogyakarta dengan budget yang sangat minim alias mode hemat, penasaran dengan cerita saya yuk simak perjalanan saya. kali ini perjalanan saya dari Stasiun Wonokromo untuk menghemat biaya saya di antar dari kantor saya di Ketintang oleh siswa magang saya, dari Stasiun Wonokromo saya menggunakan KA Sri Tanjung kelas ekonomi dengan waktu keberangkatan pukul 14:28 dan akan sampai pada Stasiun Lempuyangan pada pukul 20:13, dengan harga tiket RP 88.000 untuk sekali berangkat, sangat lama bukan untuk waktu perjalanan ini? namun tidak apa apa karena kita dalam mode hemat untuk berpergian kali ini, dengan menghemat biaya saat perjalanan saya membawa bekal untuk di makan di kereta, dan snack yang saya beli pada Indomaret. saat di perjalanan saya membawa bantal leher untuk saya tidur, oh iya untuk memesan tiket kereta ini bisa menggunakan aplikasi KAI Access yang ada di Playstre ataupun di Appstore, dan pastikan ketika memesan pilih kursi E, dengan konfigurasi seat 2-2 dan letak nya sebelah jendela, saya sangat menikmati ketika perjalanan di kereta api, di karenakan dapat melihat pemadangan ketika sore hari, namun ketika malam hari kita tidak bisa melihat apa apa hanya lampu jalan saja, setelah saya sampai di Stasiun Lempunyangan saya melanjutkan perjalanan menggunakan ojek online sekitar 20.000 , saya menginap di hotel kapsul daerah Malioboro dengan harga RP 100.000 permalam, untuk hotel nya sangat nyaman dan untuk toilet nya umum namun sangat bersih dan rapi, terdapat fasilitas water heater dan hairdryer, dan kita juga mendapatkan handuk dan sikat gigi, setelah nya sampai di hotel saya bersih-bersih, dan melanjutkan untuk jalan jalan ke Maliboro dengan di tempuh jalan kaki sekitar 5-10 menit, ketika jalan jalan di Maliboro saya mampir ke angkringan untuk makan dan menikmati suasana Kota Yogyakarta pada malam hari, setelah selesai makan saya kembali ke hotel untuk beristirahat. Pada ke esokan hari nya saya memutuskan untuk menyewa motor selama 2 hari dengan harga RP 65.000 untuk motor scoopy dengan menggunakan KTM, tentunya lebih murah, saya menyewa motor di daerah UGM cukup jauh dari hotel saya, namun tidak apa apa di karenakan waktu itu load penyewaan sedang full di karenakan high season, untuk kelengkapan motor nya mendapat helm, jas hujan, dan STNK. Setelah dari rental motor saya melanjutkan perjalanan ke Kopi Merapi atau sering di singkat atau di sebut Kopmer, letak nya di lereng Gunung Merapi, sesampai nya di cafe saya memesan berbagai minuman dan makanan untuk saya nikmatin dan bersantai, namun di saat saya sedang duduk bersantai, terlihat Gunung Merapi mengeluarkan Asap dan guguran letusan atau di sebut erupsi, kejadian berikut adalah pengalaman saya yang tidak akan saya lupakan, untuk yang pertama kali nya saya melihat erupsi pada gunung secara langsung, saat itu pengunjung mulai panik, namun di tenangkan oleh karyawan cafe tersebut di karenakan angin nya menuju ke daerah lain dan bukan menuju ke tempat itu, namun kita juga di suruh waspada di karenakan angin tidak bisa di prediksi, setelah itu saya melanjutkan ke berbagai wisata. dan saya kembali ke Surabaya dengan menggunakan Kereta Api yang sama.
